Sejarah tahun baru hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW Dari Mekah ke Madinah. Peringatan ini kemudian bagi umat islam dijadikan sebagai momen untuk hijrah dalam arti melakukan perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Islam telah mengingatkan agar hari-hari yang telah kita lewati selalu lebih baik dari sebelumnya, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.
Ayat di atas mengajarkan kita agar selalu memperhatikan sikap dan perbuatan untuk slebih baik dari hari-hari sebelumnya. Jika tadinya kita lalai dalam beribadah, malas belajar, dan berbagai kelemahan lainnya ke depannya harus lebih rajin lagi.
Berbicara mengenai Muharram, biasanya umat islam mengadakan arak-arakan, pawai obor keliling kampung atau ritual-ritual lainnya. Hal itu memang merupakan kegiatan positif yang mungkin memiliki makna menggaungkan tahun baru islam. Namun dibalik itu, ada hal yang lebih penting dari sekedar arak-arakan, yakni bagaimana kita merefleksi seluruh tindak-tanduk yang pernah kita lakukan, lalu pada akhirnya kita memperbaiki kelemahan-kelemahan guna terus memperbaiki diri sesuai dengan yang dipertinahkan Allah SWT.
Penulis
Rini Yunia (Angota Komunitas Ngejah, STAP TU M.Ts Almuawanah)
Rosita (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)
Gesti Nurfadillah (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)
Ꮋelpful info. Lucky me I found your site unintentionally, and I am shoсked why
ReplyDeletethis twist of fate did not happened in advance! I bookmarked it.